Hi!
i'm tacil. Indonesian. I adore what I saw and I reblog what I think is cool and epic. So..enjoy my tumblr :)

Logika

Premis 1: Jodoh sudah ditentukan Tuhan.
Premis 2: Laki-laki yang baik akan menikah dengan perempuan yang baik.
Ergo: Elu jangan jadi laki-laki brengsek karena kalau lu brengsek ada perempuan di luar sana yang udah ditulis jadi jodoh lu harus ikut-ikutan jadi brengsek.
Wednesday, May 15, 2013
islamographic:

Ya ALLAH, please grant me Jannah! Inshallah

islamographic:

Ya ALLAH, please grant me Jannah! Inshallah

"Kalau jodoh pasti akan kembali. Kalau tidak, pasti ada saja alasan untuk berlalu pergi."

Dan waktumu sepertinya terlalu berharga untuk mengharapkan dia yang selalu saja memiliki alasan untuk pergi.

Karena terkadang, hati memang perlu dibantu oleh logika.

- Tia Setiawati Priatna

(via karenapuisiituindah)
"Mari saling mendoakan. Agar malaikat pun tersenyum menyadari masih ada dua manusia yang begitu jauh dan tetap saling merindukan."
Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
karenapuisiituindah:

Hai, redianniken. :)
Persoalan mengikhlaskan sesuatu/seseorang yang begitu kita cintai, rasanya belum ada yang membuat teori bakunya, ya? Karena jika sudah ada, kurasa hal itu tidak lagi menjadi sesuatu yang begitu sulit untuk dipraktekkan. :)
Aku pernah membuat sebuah kalimat sederhana dulu sekali :

‘Pada waktunya nanti, mereka yang bukan jodoh akhirmu hanya akan tinggal sebagai kenangan, tidak lebih. Jadi, tak perlu berlebihan.’

Aku mendefiniskan ‘berlebihan’ sebagai segala hal yang dilakukan diri sendiri, yang tidak ada gunanya, dan terkesan malah menyakiti diri sendiri, apapun latar belakang di balik semua itu.
Wajar saja kamu masih mengingat, karena kamu tidak akan hilang ingatan dan melupakan begitu saja segala hal yang begitu berarti dalam hidupmu, selama kamu tidak amnesia, kan? Yang dapat kusarankan adalah bersabar dan menguatkan diri sendiri. Lalu ingatlah lagi satu kalimatku di atas.
Kelak nanti saat kau sudah benar-benar dewasa dan menikah, akan sangat mungkin kau menertawakan dirimu sendiri, karena telah membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tak perlu. Dan ini mungkin adalah salah satunya. Mungkin juga tidak. Tergantung bagaimana semua ini membuatmu mendewasa dan menjadi sosok yang lebih baik dan kuat ke depannya.
Akhir kata, biarkan waktu yang membuatmu terbiasa, karena hidupmu harus terus berjalan dan keikhlasan memang tidak bisa dipaksakan. Namun untuk memulai keihlasan, belajarlah menerima kenyataan. Itu tahap awal dari mengikhlaskan.
:)

karenapuisiituindah:

Hai, redianniken. :)

Persoalan mengikhlaskan sesuatu/seseorang yang begitu kita cintai, rasanya belum ada yang membuat teori bakunya, ya? Karena jika sudah ada, kurasa hal itu tidak lagi menjadi sesuatu yang begitu sulit untuk dipraktekkan. :)

Aku pernah membuat sebuah kalimat sederhana dulu sekali :

‘Pada waktunya nanti, mereka yang bukan jodoh akhirmu hanya akan tinggal sebagai kenangan, tidak lebih. Jadi, tak perlu berlebihan.’

Aku mendefiniskan ‘berlebihan’ sebagai segala hal yang dilakukan diri sendiri, yang tidak ada gunanya, dan terkesan malah menyakiti diri sendiri, apapun latar belakang di balik semua itu.

Wajar saja kamu masih mengingat, karena kamu tidak akan hilang ingatan dan melupakan begitu saja segala hal yang begitu berarti dalam hidupmu, selama kamu tidak amnesia, kan?
Yang dapat kusarankan adalah bersabar dan menguatkan diri sendiri. Lalu ingatlah lagi satu kalimatku di atas.

Kelak nanti saat kau sudah benar-benar dewasa dan menikah, akan sangat mungkin kau menertawakan dirimu sendiri, karena telah membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tak perlu. 
Dan ini mungkin adalah salah satunya. Mungkin juga tidak. Tergantung bagaimana semua ini membuatmu mendewasa dan menjadi sosok yang lebih baik dan kuat ke depannya.

Akhir kata, biarkan waktu yang membuatmu terbiasa, karena hidupmu harus terus berjalan dan keikhlasan memang tidak bisa dipaksakan. Namun untuk memulai keihlasan, belajarlah menerima kenyataan. Itu tahap awal dari mengikhlaskan.

:)

"Ada yang harus kukatakan, sebelum kau sibuk dengan semua kegiatan: Sedari pagi, aku sudah rindu kamu lagi. Dan akan kudoakan kau, untuk kebahagian dan juga kebaikan dalam hidupmu."
Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
karenapuisiituindah:

Aku menyebut namamu pelan-pelan. Ada rindu yang kusampaikan hanya melalui doa pada Tuhan.
Biar saja, Dia yang akan menyampaikan.
- Tia Setiawati Priatna

karenapuisiituindah:

Aku menyebut namamu pelan-pelan.
Ada rindu yang kusampaikan hanya melalui doa pada Tuhan.

Biar saja, Dia yang akan menyampaikan.

- Tia Setiawati Priatna

moslemmuda:

leniaini:

bbushi:

This guy climbed Mount Everest just so he could hold up the Qur’an to show that it’s higher than everything else in the world.

THIS!!

al islamu a’laa wa laa yu’laa alaih.. :)

moslemmuda:

leniaini:

bbushi:

This guy climbed Mount Everest just so he could hold up the Qur’an to show that it’s higher than everything else in the world.

THIS!!

al islamu a’laa wa laa yu’laa alaih.. :)

"Karena aku mencintaimu, maka mendoakanmu menjadi kewajibanku."
Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
"Ada yang harus dikatakan dengan penuh kejujuran, sebelum rindu pergi diam-diam atau cinta menjadi enggan berjuang. Isi hatimu, apakah boleh kudengarkan? Karena menerka-nerka, aku sungguh tak pernah suka."
Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
 
Next page